INTROVERT MAN IN EXTROVERT WORLD

Have you ever feel you are being lonely or become an outsider in crowded situation?

Pernahkah kalian merasa menjadi orang yang terbuang di sebuah suasana yang penuh dengan orang? Saya seringkali merasakan hal tersebut, bukan karena saya gak bisa mengimbangi pembicaraan yang berkembang diseputar mereka tetapi terkadang saya merasa lebih nyaman untuk bermain dengan pikiran sendiri dibandingkan harus menghabiskan waktu bercuap-cuap.

 

Mungkin saya tipe introvert, karena dari dahulu jaman masih kecil, lebih sering main sendiri, bukan bermain tanpa teman hingga menjadi orang “kuper” tapi lebih mengambil posisi sebagai sutradara daripada jadi aktornya…..

 

Ini bahkan berlangsung hingga kuliah, rasanya lebih merdeka ketika gak harus berhadapan dengan orang-orang…..rasanya lebih nyaman ketika hanya menjadi seorang konseptor saja dan biar teman-teman lain yang melakukannya…..

 

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, saya makin terseret kedalam dunia extrovert yang mengharuskan berinteraksi dengan banyak orang, it’s not easy to speak than thinking it in mind…..malah pernah tuh ada teman menanggapi begini, “sebenarnya pemikiran kamu itu bagus, bisa menerangkan apa saja, tetapi kenapa kok kalau ketemu langsung and bicara rasanya kok kamu berubah lain?”. (heee’…..mode: On)

 

Saya menyadari hal tersebut, gak bisa mengelak atau membantah karena memang hal itu nyata, terkadang kecepatan berfikir tidak bisa diimbangi dengan kecepatan mengeluarkannya kedalam bentuk verbal….ketika sudah terfikirkan malah menguap antara otak dan mulut, sehingga terjadi “blank” sejenak karena kehilangan pemikiran tersebut.

 

Hal ini menjadi lebih besar permasalahannya karena “job description” saya sekarang adalah fasilitator, dan yang harus dihadapi adalah masyarakat…terkadang rasanya sangat menyiksa jika harus berbasa-basi dihadapan masyarakat, ketika sudah terbiasa dengan pikiran sendiri dan gak perlu merasa susah-susah menjadi orang lain kini tiap hari harus menjadi orang yang harus banyak berbicara…

 

Sebenarnya sudah banyak cara sih dilakukan untuk mengurangi “kecanggungan” untuk berinteraksi dengan orang lain, malah sudah baca banyak buku tentang public speaking, sampai bukunya charles bonar sirait juga dikhatam berkali-kali untuk mencari solusi terbaik tapi masih agak sulit untuk melakukannya tanpa merasa terbebani.

 

Dengan keadaan ini menjadikan petaka tersendiri buat saya, kadang saya terjebak dalam situasi yang tidak pada tempatnya, meaning….I am in the wrong time and wrong situation….so, its makes people thinking different about me….even I never expect to become that way.

 

The saddest part become introvert in extrovert world is my love life, bahkan orang yang saya cintai (gebetan……) memilih gak mencintai saya akibat memiliki persepsi yang berbeda atas diriku, she think that saya orang yang selalu mencari cari kesempatan buat mencari jalan ke hatinya….yang katanya dia gak pernah mencintai saya, sewaktu dia mengatakan “ïya” katanya dia lagi pasrah banget…..what a sad….

 

Anyway, by the way, bus way….it’s not easy to change our personality. It’s who we are, don’t try to change yours because want it to be accepted in this world….try to become your self and give chance to compromise all obstacles…..

Happiness is not a gift but a result of your fight…..

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.